"Berbahagialah kamu sehingga aku bisa mencemburui kebahagiaanmu itu..."
Aku selalu ingin mengatakan hal itu pada teman-temanku, sekedar untuk memotivasiku :))))))
April 30, 2012
April 06, 2012
Tentang Baek Seung Jo dan Oh Ha Ni
Korea sudah mewabah di negara kita. Semua orang membicarakan
Suju, Beast, Kim Bum, Lee Min Ho, dll yang aku gag tahu. Haishhh. Kenapa sih
mereka pada alay? Teman-temanku juga pada kecanduan. Baiklah, kalau kami lagi
ngumpul-ngumpul, mungkin aku adalah satu-satunya orang yang roaming, gag
nyambung. Krik-krik.
Bukannya aku gag suka. Cuma, umm kalian terlalu alay tahu!
Mungkin gara-gara boyband yang juga alay-alay itu kali ya? Dulu, aku juga suka
nonton drama korea. Tapi ga semua. Aku pernah nonton Sassy Girl, trus aku lupa
judulnya, yang tokohnya namanya Jang Geum itu, sama Boys Before Flowers. Sudah
itu aja. Itu pun aku gag tahu nama-nama pemainnya. Cuma tahu beberapa nama tokohnya. Susah ngingetnya sih. Kenapa
orang-orang Korea namanya irit sekali? :D
Nah. Aku kena batunya. Minggu lalu, ketika sedang libur
panjang (week-end ditambah libur Nyepi) aku pulang ke rumah. Di rumah, adikku
nyuruh aku nonton Playfull Kiss. Kubilang, -Pasti Korea. hih. Aku tuh gag suka.
–Mbaaaaa...lihat dulu deh. Ini tuh lucu. Kamu bakal suka. –hisshhh. –ayolah.
Karena bosan di rumah cuma nganggur aja, akhirnya aku iseng
nonton. Tadinya kupikir, ahhh, drama macam apa ini? Tapi ko lama-lama lucu
juga, dan Omo, aku suka! Oh my...
Seluruhnya ada 16 episode plus 7 episode spesial. Tiap
episode durasinya kurang lebih satu jam. Tidaaaaaaaaaaaaaaakkkkk...aku
penasaran terus sama ceritanya. Ahh, kalo gag cepet ditamatkan aku bakalan gag
tenang. Trus gimana nasib skripsikuuuuuuuuuuuuuuu???
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk.... i hate my lil sist! She poisoned me a
Baek Seung Jo!
Kenapa aku suka Playfull Kiss? Well, karena lucu dan
romantis. Sosok konyol seperti Oh Ha Ni dan sosok sempurna seperti Baek
Seung Jo, kupikir drama ini gag alay
seperti yang lain :D. Memang ceritanya sudah umum: cerita cinta antara dua
sosok yang berbeda dan berakhir bahagia. Tapi tapi tapi...aku suka. Yah, cerita
seperti ini hanya ada di negeri sinetron dan film.
Inilah efek nonton Playfull Kiss yang kualami beberapa hari
terakhir ini:
- Aku jadi ikut-ikutan (ehem) alay *pura-pura mati*. Teringat-ingat BSJ. Mulai bicara tentang drama ini terus-menerus. Mulai ngomongin BSJ terus-menerus. Mulai ngomongin betapa kerennya dia. Mulai ngomongin betapa... Omo, aku alay!!! *lari nyemplung sumur*
- Karena suka dengan sosok BSJ, aku mulai mencari nama pemerannya. Kim Hyun Joong. Oh, sebenarnya aku sudah tahu dia. Dia yang jadi Yoon ji Ho di BBF. Tapi tetep aja, aku gag tahu nama sebenarnya. Sekarang aku tahu kalo dia leader sebuah boyband, SS501 (tapi katanya sekarang solo karir). Baru tahu kalo dia suaranya memang bagus. Baru sadar kalo dia cakep. Oke. Aku suka dia bukan karena dia Kim Hyun Joong, tapi karena sosoknya sebagai Baek Seung Jo. Catat itu. :D
- Aku jadi sering ke warnet liat-liat film Korea lain yang mungkin bagus. *malu*
- Aku mulai mengganti playlist laguku, yang tadinya Metallica, BFMV, dan A7X, dengan OST Sassy Girl, OST BBF, dan OST Playfull Kiss. Sebenarnya aku sudah punya OST Sassy girl dan BBF sejak lama. Cuma sekarang jadi sering diputer. Untuk sementara saya berhenti jadi cewek metal. Oh tidak. Tetap metal. Saya tidak bisa mengkhianati Mas Zacky dan Oom Lars dkk. Ini selingan aja ko. *plaaaaakkkk*
- Mulai meracuni teman-teman dengan Korea. yayyyyy!!!
- Mulai kepikiran untuk punya suami kaya Baek Seung Jo. Kupikir ini adalah yang paling lebay. Hahaha. Tapi, siapa sih yang gag pengen punya suami kaya dia? Keren, cakep, pinter –umm jenius malah-, serba bisa, misterius , dan walaupun sepertinya dia cuek, tapi dia sosok yang romantissssss. Aiiiiii. Kupikir memang cowok harus seperti itu. Gag kelewat perhatian. Perhatian pada hal-hal kecil yang sering tidak kita sadari, itu akan bikin cowok terlihat keren. Oh ya. Juga tak terduga. Unpredictable. Ingat ketika Seung jo bikin surprise ulang tahun untuk Ha Ni? Dan ketika dia menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untuk Ha Ni. Ketika dia merelakan tangannya untuk latihan menyuntik Ha Ni. Ketika dia makan masakan Ha Ni yang hancur. Ketika dia mengikatkan tali sepatu Ha Ni, dll. Semua itu so sweeeeeeeetttt. :) ahhh, lebay kan aku??? *mulai lagi*
Ini beberapa gambar yang aku
dapat dari snapshot. Ini beberapa moment yang aku suka. Enjoy it! :)
“Snotty nose cry baby, Oh Ha Ni”. Ketika dia menghibur Ha Ni
yang cemburu karena kehadiran sosok Ji Soo. Ini juga bagian paling so sweet.
“Me, Baek Seung Jo, chose you, Oh Ha Ni. There’s no one but you.”
Lalu mereka berpelukan dan ciuman.
Ketika Seung Jo mengajari Ha Ni menyetir mobil. Awww, aku
suka mobilnya. Kap-nya bisa dibuka!
Seung Jo menggendong Ha Ni untuk mengambil syal Ha Ni yang
nyangkut di pohon.
Saat mengucap janji pernikahan.
Di ruang makan bersama Ibu, Eun Jo, dan ji soo. Aku suka
ruang makannya. Well, basically, i love their house. So cute.
Ha Ni menghibur Seung Jo.
Aku harus segera bertobat dari ke-alay-an akibat Korea! ini
tidak bisa dibiarkan! It’s not good. It’s wrong. Ya Alloh, ampuni Baim Ya
Alloh... :’)
Januari 13, 2012
Tentang Hidung dan Kecil
Banyak yang bilang kalo aku adalah penganut paham
‘minimalis’. Segalanya berbau mini, terutama badan dan hidung. Hidung itu
bagian paling potensial dariku. Paling potensial untuk diejekin. Dan hyuuuhhh,..cape
deh. Kenapa pada ngejekin hidungku yang pesek sih. Ini tuh gag pesek. Ini imut.
-,-
Buat kalian yang diberi kehormatan mendapatkan hidung pesek,
jangan berkecil hati. Nih tak kasih tau ya..sebenarnya hidung pesek itu punya
kelebihan. Dia kalo napas irit. Beda ama hidung mancung. Dia napasnya boros.
Jadi, kalo ternyata oksigen di dunia ini semakin berkurang kadarnya, itu bukan
hanya karena pohon-pohon yang hilang dan polusi yang meningkat. Ini lebih pada
meningkatnya populasi orang-orang berhidung mancung. Jadi, salahkan mereka!!!
Hahahahahaha. *evil.laugh*
Tapi tapi tapi...orang-orang berhidung pesek akan sangat
tersiksa ketika mereka pilek. Bisa dibilang sembuhnya bakal lama, soalnya
‘umbel’nya keluarnya Cuma dikit-dikit. Kalo orang-orang berhidung mancung
bakalan cepet sembuh, soalnya bolongannya kan lebih gede, jadi lebih mudah
keluar. Hahahahaha. *muntah.aja.sana*
Oia, pernah temenku bilang tentang cewek cantik dan cowok
cakep. Cewek yang cantik itu bisa dilihat dari hidungnya yang mancung. Kalo
cowok yang cakep itu bisa dilihat dari dadanya yang bidang.
Hiaaaaaaaaaaaaa...berarti aku gag ada cantik-cantiknya blassss...
*nangis.gulung.gulung*
Aku gag pernah mempermasalahkan perihal hidung dan badan.
Sesuatu banget deh, masih diberi keduanya dan alhamdulillah banget yah,..keduanya
berfungsi dengan baik. =) Tapi lain kali kalo ada pembagian hidung dan badan,
aku akan datang lebih cepet biar kebagian. Bener deh. *sungguh.sungguh* -,-
Januari 10, 2012
Quesadilla Geje
Ini namanya: Quesadilla Geje
Yayyy,..ini resep lama. Udah dipraktekin beberapa waktu yang
lalu. Resepnya nyontek dari Si Sexy Farrah Quinn. Katanya sih, ini namanya
Quesadilla.
Bahannya:
Kulit Tortilla [sejenis kulit lumpia kayaknya] ;p
Bisa dibeli di supermarket. Tapi saya bikin sendiri. ;)
Bisa dibeli di supermarket. Tapi saya bikin sendiri. ;)
Isi:
Terserah deh. Selera. Aku sih cuma manfaatin apa yang ada di
kulkas, dan adanya keju sama meisses. Bisa diisi daging juga ko,.
Cara buat:
Gampang banget. Panaskan Tortilla dengan teflon di atas api kecil aja. Balik. Kalo udah agak kering kasih isian. Isi separo aja. Ntar yang
separo dilipet. Tunggu sampe kering. Voila! Hias dan hidangkan.
Untuk kulit tortilla, kita bisa bikin sendiri ko. Bahannya campuran
antara terigu, aer hangat, minyak sayur, kasih sedikit garam. Udah, ukurannya
dikira-kira aja ;)). Kalo udah jadi adonan kalis, diamkan kira-kira
setengah-satu jam. Tutup dengan lap bersih. Kalo udah, tinggal dicetak bulat
pipih, kaya bikin kulit lumpia. Jadi deh...
Ini hasil pasaran saya. Gag cantik sih. Biarin, yang penting
enak dan bikin satu keluarga minta dibikinin lagi ;)).
Konseling dan Pertanyaan Gag Penting
Kemaren aku konselling sama temen. Dia lagi praktek,
memintaku jadi klien. Oke, aku cerita tentang suatu masalah yang sangat
mengganjal yang aku tak akan ceritakan di sini. Lha trus ini aku mau cerita apa?
Yaitu pertanyaan-pertanyaan gejenya yang keluar dari konteks yang sangat
hmmm...ngganjel dan bikin aku hmmm...
Dia tanya, apa yang aku harapkan dari jurusan yang sekarang
aku ambil sekarang? Umm, nantinya mau kerja di mana?
Aku kuliah di Pendidikan Bahasa Perancis. Aturan lulus jadi
guru. Tapi aku gag tau, aku sepertinya gag mau jadi guru. Aku ngerasa kapok,
gag cocok, dan gag pengen jadi guru, apalagi ‘cuma’ guru Bahasa Perancis. Cuma
dikatain aja sama murid-murid. Lagian, aku orangnya tak terlalu memusingkan
masa depan, ntar mau kerja apa, mau jadi apa. Toh sekarang banyak orang yang
kerja yang gag sesuai dengan bidangnya. Jadi, kemungkinan besar, kerjaanku
nanti adalah sesuatu yang bukan aku perjuangkan layaknya sebuah cita-cita. Sekedar
kebutuhan demi menghidupi diri dan mungkin keluarga nantinya.
Lalu sebenarnya tadinya kamu pengen jadi apa [cita-cita]?
Sebenernya ada keinginan jadi guru. Tapi kapok gara-gara PPL
maren. Ada keinginan juga jadi crew di perusahaan televisi. Ada juga keinginan
jadi anchor kaya Najwa Shihab (ngakak dulu) tapi aku sadar butuh keahlian dan
pengetahuan luas yang aku gag punya (atau aku yang malas menekuninya?). umm
jadi dosen aja kali ya? Kan gag beda jauh dari guru. Lebih enak. Murid
[mahasiswa] lebih mudah di atur. Malas ngajar? Tinggal kasih tugas aja...
hahahahahaha.
Kamu punya pacar gag sih, Rin?
Lagi jomblo. Kenapa?
Hah??? Kamu tuh sekarang umur berapa? Menuju 24 kan? Trus
kamu ntar mau nikah umur berapa?
Ini pertanyaan yang paling geje menurutku. Kenapa kamu jadi
ngurusin aku? Sekali lagi, aku gag begitu masalah mau nikah umur berapa. Emang
sekarang belum ada calon, lalu mau apa? Tak usah terlalu dipaksakan. Hanya
karena omongan orang, jadi gag enak, trus maksa-maksa nikah. Aih, sebodo teuing
lah.
Lagian, sejak kapan ada batas usia wajib nikah? Mengapa menikah, apalagi
di usia muda, dianggap sebagai suatu kesuksesan besar sehingga harus
dilebih-lebihkan? Mungkin memang bagi sebagian besar orang menikah adalah suatu
pencapaian, tapi bisakah untuk bersikap biasa wae? Sepertinya kita perlu
mengingat dan mengamalkan kembali pelajaran waktu kita sedang berada di Sekolah
Dasar: saling menghargai. Menghargai orang lain terhadap segala keputusannya atas
dirinya, terutama untuk menikah di usia yang dikehendakinya, atau bahkan tidak
menikah.
Jadi, kamu beneran jomblo???
Ciaaaaatttt...jurus lempar kunyuk sembunyi bokong.... Iya.
Saya jomblo. Kenapa? Salah? Kenapa kamu mengucapkannya seolah jomblo adalah
sebuah dosa besar? My oh my... Aku pernah beberapa kali menjalin hubungan, tapi
ternyata gag berhasil dan bertahan lama. Lalu mau apa? Tapi aku gag kapok.
Hanya lebih santai. Hubungan masa laluku memberi banyak pelajaran sehingga aku
tak mau terlalu gegabah dengan menyambut baik setiap tawaran yang diajukan
laki-laki padaku. Aku kudu selektif. Apa aku salah? Kayanya gag deh ya...???
Kowe ki loro og Rin.
Pancen.
Kowe lanang po wedok eh?
Menurutmu?
Dan berakhirlah pembicaraan itu. Aku geje banget ya???
Hahaha. Bodo lah.
Oia, satu lagi pertanyaan dari temenku [ini udah keluar dari
pembicaraan tadi]. Saat itu aku sedang baca novel dan dia lagi ngerjain tugas.
Tiba-tiba aku bilang, “Umm kadang-kadang, aku pengen ngrokok”. Seketika dia
berhenti ngetik, melihat [kayaknya melotot deh] padaku.
“Kamu ada masalah apa, Mba?”
“Gag ada masalah apa-apa.”
“Trus, kenapa tadi pengen ngrokok?”
“Emang harus punya masalah ya, kalo mau ngrokok?”
“Ya pasti ada alasannya kan..kenapa pengen ngrokok?”
“Harus ada alasan ya?”
“Iya.”
“Apakah setiap perbuatan itu harus ada alasannya?”
“Iya.”
“Kalo aku melakukannya hanya karena aku pengen dan gag ada
alasan selain itu?”
“Ya pasti ada alasannya.”
“Hmm kamu belum baca statusku pasti...”
“Apa?”
“Sering aku melakukan sesuatu karena sekedar ingin
melakukannya, meskipun gag selalu benar. Tapi kau paham, kan? Aku ingin
‘bersenang-senang’...”
Dia bingung. Aku tersenyum. Lalu melanjutkan aktivitas
masing-masing.
Langganan:
Postingan (Atom)







