Juli 31, 2011

Perjalanan-Asoy-Kita

Awww,..aku sudah gag tahan pengen bikin post tentang perjalananku kemarin bersama teman-teman menjelajah pantai Pacitan. Begitu menyenangkan...^^


Ini malam pertama tarawih. Tapi aku malah gag sholat (soalnya lagi halangan) ;p. Kebetulan banget, saya lagi menggebu-gebu pengen share tentang cantiknya Pantai Srau dan Klayar. They're so waaaaaaaaaaaaawwwww.,... (padahal baru nyampe rumah dan capek banget).


Kami, saya dan kedelapan teman saya nyewa mobil. Sopirnya gantian Sembir ama Pitik. Yang laen jadi penumpang berisik, saya jadi penumpang anteng, soalnya tidur mulu. ;p
Berangkat dari Jogja hari Sabtu, tanggal 30 Juli, jam setengah lima sore. Mampir dulu nyamperin Ida di Solo. Trus mampir juga di Sukoharjo nyamperin Madek. Berangkat dari Sukoharjo sekitar jam 12 malam, langsung menuju Teleng Ria. Awalnya sih gag ada rencana ke Teleng Ria, mau langsung ke Klayar. Tapi menurut informasi dari salah satu temennya temenku, Klayar airnya lagi pasang. Kemaren katanya abis ada korban hanyut, gag tanggung-tanggung, delapan orang!! Jengjenggggggg,... horor gag sih? Oke, jadi kita gag mau ambil resiko. Tujuan kita kan mau bakar-bakaran dulu, bikin api unggun. Dan kita gag pengen ambil resiko dengan langsung ke Klayar yang masih sepi, dengan kondisi pantai seperti ini. Penakut gag sih??? ;p
Tujuan pertama Pantai Teleng Ria. Masuknya bayar cint,..berapa yah???gag tahu lupa,.. pokoknya mah, kami bersembilan kena 40ewer. Tapi ditawar 30ewer mau ko bapaknya. Ehh, maksudnya tiketnya. Ahh,..gitu deh pokoke,... :D Setelah cari posisi wenak, mulailah kami menggelar tikar, cari rosokan-rosokan kayu,bikin api unggun, mbakar ketela :D. Syahduu pokoknya. Tapi kurang syahdu lagi soalnya kami gag diperbolehin bikin api unggun di deket pantai. Awww,..ndak papa deh. Biar pantainya bersih juga Photobucket
Setelah puas ngadem di sana, kami nerusin perjalanan ke Pantai Srau. Berangkat kira-kira jam 3malem. Gag tau deh jalannya kaya gimana,tau-tau ajah udah nyampe sana (ketiduran, LOL). Baru bangun ketika temen-temen teriak-teriak gag karuan trus denger pintu mobil jedar-jeder dibuka-tutup. Pas aku buka mata, oh la laaaaa,..di depan udah tersaji pemandangan ombak pantai nggulung-nggulung. Omaigad,..Subhanalloh banget. Aku langsung turun, tapi seketika itu juga ikutan temen-temen lari lagi ke mobil. Anginnya kenceng bangetttttttttttttttttt,...sumpah!!
Nunggu bentar sampai agak terang dan angin bersahabat. Lalu aku keluar lagi. Di sana banyak gubuk-gubuk kecil tak berpenghuni. Temen-temen ngambil salah satu bangku, meletakkannya di bibir pantai. Kami duduk-duduk. Merasakan mesranya hembusan angin dan hangatnya sinar mentari yang baru keluar dari persembunyiannya (aww lebaiii... ;p). Kami lari-larian di pantai. Tapi terlalu takut untuk berbasah-basahan. Banyak sekali ubur-ubur di sini.
Lalu kami menaiki bukit. Sampai di atas,...Ya Tuhan,.....
Photobucket

PANTAI SRAU
Kamu pernah liad surga dunia?? ini salah satunya. Ini tempat terindah yang pernah aku temui. Semuanya terasa sangat sempurna. Saking senengnya, rasanya aku ingin menangis dan memeluk semua kawan-kawanku itu, sungguh *HUGS* Photobucket
Aku ngerasa sedang tidak di mana-mana. Tempat ini asing, tapi aku betah sekali di sana. Gag pengen pulang. Sampai kepikiran pengen bikin rumah di sana. Photobucket




Srau lagi,..
Aku teringat suatu tempat. Ini seperti Yunani yang ada di foto-foto yang aku simpan hasil pencarian di mbah Gugel. Pasirnya putih, airnya ijo,tebing yang berundak-undak, bangunan di puncak bukit, karang yang di tata rapi,..sangat sempurna. Bertambah sempurna karena ada mereka, teman-teman yang sangat istimewa. *HUGS* Photobucket
Kami menyusuri semua bukit. Pemandangan dari atas lebih menakjubkan lagi. Semakin keliatan air laut yang berwarna ijo. Gag ada capeknya, sampai hari beranjak siang. Sampai di bawah, kami istirahat bentar. Baru deh di situ kerasa laperrrrrr banget. LOL.


Kami meninggalkan Srau dan menuju Klayar. Di jalan ada sedikit hambatan. Ahh baru tahu aku kalo ternyata medannya seperti ini. Ya maklum, di jalan tidur mulu.hehehe. Jalan yang ciut-sempit-cuma muat satu mobil-dan naik turun-jadi kalo berpapasan sama mobil lain, salah satu harus minggir dulu. Nah, waktu itu kami nyampe pada suatu jalan yang modelnya beda. Gag beraspal, tapi bersemen pada dua sisi, dan tengahnya ada batu-batuan. u know lah,..pokoknya jalannya gitu. Mobil sedang naik tanjakan terjal, nah dari arah berlawanan muncul sepeda motor. Bapak-bapak boncengan. Oh, not good,..not good. Kami udah berharap si bapak mau minggir bentar dan mengijinkan kami lewat. Eh ternyata engga. Dia tetap pada posisinya dan kami mau gag mau harus menghindari si bapak. Jadilah mobil terperosok ke batu-batuan. Seisi mobil langsung keluar, cepet-cepet ngganjal mobil biar gag ngglondor.
Huff...segala sumpah serapah buat si bapak.  Photobucket
Susah banget ternyata. Si mobil gag mau masuk jalan. Tiap kali tarik gas, malah cuma bikin batu-batu gede itu terbang dan berantakan. Hmm,.teman-teman yg cowok pada ndorong, saya dan temen-temen cewek lain cuma bisa berdoa.

Akhirnyaaaaa,...setelah beberapa menit, berhasil juga. Udah deg-degan banget. Jengkel juga. Umup.
Masih Srau, dab!
Srau, coy!

Nyampe di Klayar. Gag kalah cantik sama Srau. Tapi di sini udah rame. Enaknya, di sini udah gag ada ubur-ubur, jadi kita bisa bebas basah-basahan. Gag enaknya, ternyata di bibir pantai banyak karangnya. Kalo gag ati-ati bisa kena. Temenku ajah sampe berdarah-darah gara-gara gag tahu. Sialnya lagi, kacamataku ilang pas lagi maen-maenan air. Salahku juga sih, gag aku titipin ke temen. Cuma aku cantolin ajah di leher baju. Hmm,..ya sudah deh. Mau cari di mana lagi? Pasti udah kena ombak. Photobucket


Udah puas, mandi, cabut pulang. Aku ajakin teman-teman mampir ke rumah. Biar pada istirahat bentar. Trus lanjut balik ke Jogja (tapi aku nyantol di rumah) ;p
Hmm,..pokoknya perjalanan ke Pacitan itu jauh dan melelahkan. Tapi semua usaha itu gag sia-sia karena akan terbayar dengan puas. Beneran deh. Tips saya kalo mau ke sana:
- Pake motor/mobil sama ajah. Tapi enakan nyewa mobil aja. Cape banget kalo naek motor.
- Bawa bekal, cemilan dan minum. Kalian pasti bakal ngerasa laper :D
- Sebelum masuk pantai, isi BBM penuh. di sana gag ada SPBU.
- Bawa baju cadangan. Kalian pasti gag betah kalo gag basah-basahan.
- Bawa peralatan mandi buat mandi (ya iyalah,...)
- Yang paling penting (menurut saya), persiapkan kamera dan baterainya. Sumpah bakal nyesel gag ngabadiin momen di sini. ;p


Ini foto-foto yang lain,..






Bisous, bisous,...... ***

Juli 27, 2011

The Ending,...

Sudah beberapa waktu merasa, ini bukan pertanda yang baik. Tetapi aku terus berharap, hal baik akan terjadi.

Merasa galau ini sudah setebal dakiku, aku mencoba untuk memikirkan semua. Mencoba berpikir jernih, mencoba berpikir positif menyingkirkan segala prasangka buruk terhadapnya. Aku ingin melupakan apa yang sudah terjadi. Pretending everything's Ok. oh, tidak, aku tidak hanya akan berpura-pura, tapi memang akan menyudahi semua ini. I need to get over this.

Bismillah,..
Pada akhirnya, aku merasa tak perlu menyalahkan siapa pun.  Dia, diriku sendiri, Tuhan, atau pun keadaan. Think positive!

Aku, aku hanya ingin tak terlalu terbebani dengan hal-hal yang gag perlu. Bukan berarti ini gag penting. Hanya saja, aku tak ingin terus-terusan terjebak dalam lingkaran kesedihan yang tak tahu ujungnya. Mungkin aku boleh menangis, tapi tidak untuk terpuruk. Aku ingin aku bahagia. Setelah itu, aku ingin melihat kebahagian-kebahagiaan di wajah lain, orang-orang terdekatku; Ayah-Ibu, keluarga, sahabat-sahabat,..dan mungkin saja dia, kalo dia mau.

Dan aku sangat berterimakasih pada Tuhan atas karunia-Nya bahwa aku telah diperkenalkan dengan orang sebaik dia, yang mengajariku tentang banyak hal. Percaya, ada maksud dibalik sebuah pertemuan. Tak ada yang sia-sia.

Saat ini aku hanya berharap agar semua kembali menjadi baik seperti semula, tak ada dendam, tak ada benci. Semoga ia masih bisa memaafkanku dan menerimaku kembali menjadi sahabatnya.
Oia, aku juga minta pada Tuhan agar diberi kekuatan hati. Amin,..



Bisous,...bisous,.... ***

Mei 28, 2011

Obsesi Kami



Temanku sering bercerita mengenai keinginannya untuk keliling dunia. Ia terobsesi dan terinspirasi dari novel yang diliadnya dan pilem yg dibacanya [kayaknya kebalik deh...], Eat-pray-Love. Ia pengen sekali pergi ke Itali. Selain itu, ia juga pengen ke Belanda.

Awalnya aku juga cuma 'oh...iya..ayuk kapan?' tetapi dengan bercanda. Tapi setelah browsing-browsing gag jelas, liad gambar-gambar menakjubkan tentang kedua negara itu, awwwwww......mamaaaaa....aku jadi beneran pengen ke sanaaaaa....... :)))))

Pengen ke Venesia...naik gondola...


Pengen ke Belanda...ke kebun Keukenhof....



Pengen ke Itali...naik pespa..lewat jalan-jalan tikus...makan pizza...gelato.....ummmm,....nyam-nyam...





Hmmm...harus ngumpulin duid dulu nih,..kira-kira, kerja apa yg bisa menghasilkan duid banyak dalam waktu dekat??? Kata temenku, "udah...jadi bandar ajah...ato kalo gag jadi mafia....." =))))
Rencana travelling gila itu adalah rencana jangka panjang. rencana jangka pendek saya adalah kerja keras-cari duid karena bulan besok jatah bayar uang koz, dan bulan depan jatah bayar semesteran... huffffff..... kalo kalian punya semangat yang berlebih, pliz...send it to meeee..... ;))))



Bisous....bisous......

Mei 02, 2011

Revisi "Enam Bulan"

Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya. Bisa dibilang ini revisi.

Saya cuma mau “menggenahkan” (bahasa jawanya), bahasa Indonesianya apa ya kira2,...


jadi masalah enam bulan itu, memang benar. Anak hasil hubungan di luar nikah yang lahir sebelum enam bulan adalah anak ibu (nasabnya ikut ibu). Jadi misal gini, si cewek yang melakukan hubungan di luar nikah tersebut, hamil empat bulan. Lalu dia menikah. Nah, lima bulan setelah itu kan dia ngelahirin. Anak itu, adalah anak ibu (ingat, usia kehamilan adalah sembilan bulan. 9-4=5). jadi benar kan, anak tersebut lahir sebelum enam bulan pernikahan? Begono maksudnya.


Ini hasil wawancara eksklusif saya kemaren sama ibu saya. Tapi, saya masih belom nemuin alasan kenapa ko anak tersebut dinasabkan sama ibunya? Kesannya kan bias jender banget. Ketika ibu saya ditanyain kaya gitu, beliau bilang,

“Duh, kalo itu tanya sama Bapakmu saja. Ibu juga kurang tahu. Orang Ibu kuliah juga gag lulus.”

:))


Kalau dari kalian tahu jawabannya, bisa dong...di share...okay??? :D

April 29, 2011

Pelajaran Rock n Roll

Saya lupa tepatnya kapan, tapi mungkin dua hari yang lalu, saya nonton sinetron di sebuah stasiun tipi yang judulnya Pes****n dan R**k n R**l. Ceritannya, salah satu Ustad-nya lagi ngajar santri-santrinya masalah seks dalam Islam.

Lalu salah satu santri bertanya mengenai status anak yang lahir diluar nikah. Si Ustad menjelaskan:
"Anak yang lahir dari hasil hubungan di luar pernikahan, hukumnya begini: misal anak tersebut lahir sebelum enam bulan,hukumnya diperinci sebagai berikut; (a) kalo anak itu laki2, maka ia tidak berhak mewarisi harta ayahnya, begitu juga ayahnya, tidak berhak mewariskan hartanya pada anaknya; (b) kalo anak itu perempuan, maka ketika menikah ayahnya itu tidak boleh menjadi wali. Maka walinya adalah wali hakim."

Kira-kira begitu yang saya tangkap (kalo pendengaran dan pemahaman saya gag salah :P).

Nah,..saya baru tau masalah sepperti itu ;p. Saya tertarik untuk cari tahu, lalu saya gugling2...alhamdulillah nemu artikel mengenai Putusan Pengadilan Agama mengenai anak zina.

Tapi saya gag nemuin syarat "lahir sebelum enam bulan" seperti yang saya dengar di tipi itu. Mengenai "enam bulan", saya hanya nemuin penjelasan mengenai salah satu kategori anak sah adalah apabila anak yang dilahirkan oleh wanita di dalam ikatan perkawainan dengan tenggang waktu minimal 6 (enam) bulan antara peristiwa pernikahan dengan melahirkan bayi.

Bingo!!! Mungkin yang dimaksud Pak Ustadnya itu gini brooo.... anak itu lahir kurang dari enam bulan usia pernikahan... do u get it?? Gini,..kalo misal anak lahir sebelum enam bulan aka prematur, biasanya (dan hampir bisa dipastikan) ia gag bisa bertahan hidup. Kalo misal ia sehat wal afiat dan segar bugar, bisa dipastiin usia si baby udah lebih dari enam bulan.....

Kompilasi Hukum Islam tidak menggunakan istilah anak haram seperti yang kebanyakan orang pakai untuk menyebut anak hasil hubungan di luar nikah, tapi menggunakan istilah anak zina. Hal tersebut bertujuan agar “anak” sebagai hasil hubungan zina, tidak dijadikan sasaran hukuman sosial, celaan masyarakat dan lain sebagainya, dengan menyandangkan dosa besar (berzina) ibu kandungnya dan ayah alami (genetik) anak tersebut kepada dirinya, sekaligus untuk menunjukan identitas Islam tidak mengenal adanya dosa warisan.

Tetapi istilah ini berbeda lagi dengan yang digunakan dalam hukum perdata umum. Hukum perdata umum menggunakan istilah “anak yang lahir di luar perkawinan yang sah”. Perbedaannya terletak di sini:
a. Apabila orang tua salah satu atau keduannya masih terikat dengan perkawinan lain, kemudian mereka melakukan hubungan seksual dan melahirkan anak, maka anak tersebut disebut anak zina.
b. Apabila orang tua anak di luar kawin itu masih sama-sama bujang (jejaka, perawan, duda dan janda), mereka mengadakan hubungan seksual dan melahirkan anak maka anak itu disebut anak luar kawin.

Anak yang lahir di luar pernikahan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya saja.

Akibat Hukum

  • hubungan nasab --> anak yang lahir di luar pernikahan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya saja. Maka secara hukum anak tersebut tidak dapat dinisbahkan kepada ayah aslinya walaupun terbukti laki2 tersebut adalah orang yang menghamili ibunya.
  • nafkah --> karena statusnya yang "anak ibu", maka yang wajib memberi nafkah adalah ibunya. Sedangkan bagi ayah/bapak alami (genetik), meskipun anak tersebut secara biologis merupakan anak yang berasal dari spermanya, namun secara yuridis formal sebagaimana maksud Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam di atas, tidak mempunyai kewajiban hukum memberikan nafkah kepada anak tersebut. Meskipun dalam kehidupan masyarakat ada juga ayah alami/genetik yang memberikan nafkah kepada anak yang demikian, maka hal tersebut pada dasarnya hanyalah bersifat manusiawi, bukan kewajiban yang dibebankan hukum sebagaimana kewajiban ayah terhadap anak sah. Oleh karena itu secara hukum anak tersebut tidak berhak menuntut nafkah dari ayah/bapak alami (genetiknya).
  • hak waris --> anak tersebut hanya mempunyai hubungan waris-mewarisi dengan ibu dan keluarga ibunya saja. Ayahnya tidak berhak mewariskan hartanya, dan anak tersebut juga tidak berhak mendapatkan atau menuntut warisan kepada ayahnya.
  • hak perwalian --> apabila anak tersebut perempuan, maka ketika menikah ayahnya tidak bisa menjadi wali. Maka, walinya adalah wali hakim. (lihat ketentuan menjadi wali nikah)
Begonoooo....semoga bisa bermanfaat, menambah pengetahuan. Dan tentu saja na'udzubillah...semoga kita gag terjerumus pada pergaulan yang gag bener yang akibatnya bisa mengakibatkan seks bebas-anak di luar pernikahan. Na'udzubillah tsumma na'udzubillah.... :)